Categories
Uncategorized

Meraup Keuntungan Dengan Bisnis Sewa Genset Rumah Tangga

PLN kerap kali memberikan himbauan kepada masyarakat untuk senantiasa menghemat energi listrik. Karena pada dasarnya, sumber daya listrik adalah sumber daya alam dengan tidak dapat terbaharui atau terbatas dan bisa habis suatu hari nanti. Terkadang, himbauan ini juga diserta dengan upaya PLN memadamkan serentak wilayah tertentu dalm jangka waktu tertentu secara bergilir. Tidak hanya pemadaman listrik rutin yang bertujuan untuk menghemat penggunaan energi, terkadang kesalahan teknis juga menyebabkan arus listrik tidak berjalan dengan semestinya dan terpaksa listrik tidak teralirkan ke rumah-rumah warga.  Jika sudah begini, maka kebutuhan listrik harian akan sukar terpenuhi.

Dibutuhkan sebuah mesin yang dapat berfungsi sebagai cadangan energi listrik ketika terjadi pemadaman listrik. Alat ini disebut dengan genset atau generator set. Genset yang biasa digunakan untuk mengalirkan listrik dalam skala rumahan disebut dengan genset rumah tangga. Dari kebutuhan inilah, mulai banyak orang yang menjadika  transaksi penggunaan genset sebagai ide bisnis.Baik bisnis jual beli ataupun  penyewaan. Rupanya jika untuk digunakan dalam upaya pemenuhan listrik rumahan orang-orang akan lebih tertarik dengan penyewaan, dikarenakan pemadaman listrik tidak terjadi setiap hari.

Bisnis penyewaan bisa membawa keuntungan yang lumayan jika Anda benar-benar teliti dalam merencanakan dan menghitungnya. Katakanlah Anda membeli 2 buah genset dengan harga per buahnya Rp4000.000, maka RP 4.000.000 x 2 = Rp 8.000.000. sebagai modal awal, ditambah biaya cetak banner dan brosur Rp 500.000. Maka total modal awal Rp 8.500.000.

Perhitungan biaya operasional bulanannya dirinci antara lain untuk biaya perawatan service genset rumah tangga per bulan dibudget Rp 350.000 dan biaya transportasi mengantar genset (dihitung untuk target klien sejumlah 15 klien per bulan) sejumlah Rp 50.000 x 15 = Rp 900.000. Maka total biaya operasional Rp 1.250.000.

Dengan harga sewa genset rumah tangga yang dipatok Rp 500.000 per hari atau per klien (maks. 2 hari sewa) maka Rp 500.000 x 15 klien (dalam satu bulan) = Rp 900.000 per bulan. Maka keuntungan bersih yang didapat adalah Rp 9000.000 – Rp 900.000 = Rp 8.100.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *